Mahasiswi Informatika Magang di Fujitsu Jepang



Salah seorang mahasiswi Jurusan Informatika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melaksanakan kegiatan magang (internship) di salah satu perusahaan elektronik dan Teknologi Informasi terbesar di dunia, Fujitsu, di Tokyo Jepang. Mahasiswa tersebut bernama Prasanti Hikmatullisan.  Mahasiswi tingkat akhir ini menceritakan pengalaman yang tidak bisa dilupakan olehnya ke redaksi berita informatika. Dia memaparkan bahwa perjalanan ini merupakan journey pertama dia ke Jepang dalam hidupnya. Prasanti mempunyai kesempatan ini setelah dia dinyatakan lulus seleksi program penerimaan karyawan magang di perusahan tersebut. Program ini merupakan kerjasama antara Universitas Syiah Kuala melalui bidang urusan luar negeri (Office of International Affairs) dengan Perusahaan Fujitsu.

Kandidat mahasiswa magang tersebut dinyatakan lulus seleksi dari tiga mahasiswa lainnya. Seleksi tersebut difokuskan kepada keterampilan menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris dan keterampilan menguasai bahasa pemrograman. Proses tahapan seleksi yang harus dilalui mulai dari Screening, Interview oleh perwakilan Fujitsu Jepang, dan Interview oleh Jurusan. Hasil akhir seleksi menyatakan bahwa Prasanti mengungguli dari kandidat-kandidat yang lain.

Program kerjasama ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa informatika dalam bekerja terutama cara kerja dalam team work pada perusahaan besar dan cara mempromosikan produk-produk Fujitsu. Prasanti juga diberikan kesempatan untuk berbicara di depan departemen untuk menjelaskan ide chatbot dalam bahasa Jepang.

Program magang ini didanai secara penuh oleh Fujitsu-Jepang. Chordship merupakan aplikasi berbasis web untuk membuat AI Chatbot. Chatbot sendiri merupakan program yang dirancang untuk menjawab pertanyaan user. Mudahnya, pengguna (user) dapat melakukan chatting dengan bot.

Ketika tiba di Jepang melalui Bandara Tokyo, Prasanti ditempatkan di departemen Customer Engagement Solution Office Chordship. Departemen ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Chordship ke seluruh penjuru dunia. Kemudian Prasanti menceritakan banyak hal tentang pengalamannya di Jepang. Diantaranya adalah ketika bekerja dimulai dari jam 08.45 hingga 17.30. Setiap senin pagi peserta magang mengadakan meeting mingguan untuk melihat perkembangan Chordship kedepannya. Ada beberapa budaya bekerja yang sedikit berbeda dari Indonesia. Orang Jepang dikenal sebagai pekerja keras, disini terdapat budaya lembur yang biasa disebut Zangyo. Para pekerja sering bekerja lembur, ini juga menjadi penilaian bagi perusahaan. Semakin sering kita bekerja lembur membutikan semakin berharganya kita dimata perusahaan. Budaya lainnya, Nomikai, yaitu minum-minum dengan para senior setelah lelah bekerja. Tujuan dari nomikai ini sendiri adalah untuk membangun hubungan antar pekerja. Namun, budaya ini tidak diwajibkan bagi pekerja, apalagi bagi kita pendatang asing yang tidak terbiasa dengan budaya seperti ini.

Apa itu Chordship?

Chordship merupakan aplikasi berbasis web untuk membuat AI Chatbot. Chatbot sendiri merupakan program yang dirancang untuk menjawab pertanyaan user. Mudahnya, pengguna (user) dapat melakukan chatting dengan bot.

Dalam program internship ini, Prasanti ditugaskan untuk membuat chatbot Internship Fujitsu yang berfungsi untuk menjawab semua pertanyaan yang berkenaan dengan program internship ini. Sebelum berangkat ke Jepang tentu banyak peserta yang bertanya-tanya mengenai kehidupan di Jepang, dimana penginapan dan sebagainya. Para peserta tidak perlu mengirim email kepada pihak Fujitsu melainkan dapat langsung menggunakan chatbot ini. Chatbot ini lebih mudah digunakan karena dapat di embed ke dalam aplikasi chat lainnya seperti LINE, Skype dan lainnya.