Nama saya Cut Anita Keumala dari Jurusan Informatika angkatan 2013. Saya adalah salah satu dari empat mahasiswa JIF lainnya (Muhammad Chaidir, Nadhila Nurdin, Devi Andista Pratiwi) yang mengikuti program exchange student. Saya memiliki nilai akademik yang tidak terlalu sempurna dan memiliki tekad yang kuat untuk dapat mengikuti sebuah program jurusan yaitu exchange student ke negara tetangga, Malaysia. Ingin mendapatkan banyak pengalaman, ilmu, dan teman-teman baru adalah 3 dari beberapa alasan saya mengikuti program exchange student ini selama 1 semester.

Tidak hanya bangsa melayu saja, mahasiswa di UUM berasal dari berbagai manca negara seperti Indonesia dan Thailand yang menduduki posisi jumlah mahasiswa terbanyak di universitas ini dan diikuti oleh Sudan, Nigeria, China, Jepang, Arab, Cambodia, Ghana, Afghanistan, Pakistan, Mesir, Kazakhstan, Turki dan wilayah lainnya yang tentu nya memiliki Bahasa dan Budaya yang berbeda-beda. Perbedaan itu semua bukanlah menjadi suatu permasalahan untuk tidak mengenal satu sama lain, akan tetapi suatu keberuntungan bisa lebih mengenal dan saling bertukar budaya. Dengan perbedaan-perbedaan tersebut saya juga lebih belajar serta bisa melihat Indonesia dari “luar gelas kaca”, jadi wawasan lebih terbuka untuk membangun Indonesia.

Mahasiswa dan para dosen di universitas tersebut sangat lah disiplin, rajin, dan berwawasan sehingga membuat saya harus menjadi seperti mereka juga, seperti kata pepatah “ala bisa karena biasa”. Bahasa Inggris digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain, belajar, berdiskusi, membuat tugas, presentasi adalah suatu tantangan besar yang harus diterima, hal tersebut juga sekaligus dapat mengasah kemampuan Bahasa Inggris saya.

Saya mengambil 4 mata kuliah yang memiliki kesamaan dengan jurusan asal saya, yang mana 1 dari 4 mata kuliah tersebut terdiri dari 3 mahasiswa, hanya saya Nadhila dan Devi yang juga mahasiswa exchange dari Unsyiah. Pengalaman lucu terjadi ketika mengambil “Natural Language Processing(NLP) Class”, pada hari pertama dan kedua kami menunggu dosen dan mahasiswa lain didepan kelas tapi mereka tak kunjung datang. Sehingga kami mengambil inisiatif untuk menanyakan kepada dosen lain apakah kelas tersebut melakukan pemindahan jadwal atau mungkin kelasnya yang dipindahkan. Beberapa menit kemudian dosen tersebut menghubungi dosen mata kuliah NLP, dan sidosen mengatakan bahwa tidak ada yang mengambil kelasnya jadi itu sebabnya beliau tidak masuk. Peraturan di universitas bahwa kelas akan dibuka apabila mahasiswa yang mendaftar minimal terdiri dari 5 mahasiswa, akan tetapi karena kami mahasiswa exchange juga tidak memiliki pilihan lain untuk mata kuliah yang bisa diambil maka kami diberikan special case sehingga dosen tersebut bersedia mengajarkan kami walaupun kami hanya terdiri dari 3 mahasiswa saja. Kelas ini adalah kelas favorit saya karena dosennya yang sangat humble juga mata kuliah yang diajarkan sangat menyenangkan.

Pada dasarnya orang Malaysia adalah orang-orang yang baik, taat beragama, sopan, humble dan asik, hanya saja beberapa dari mereka harus diberikan sapaan terlebih dahulu. Penyambutan yang diberikan mereka sangat lah baik. College of Arts and Sciences (PPA UUM CAS), memberikan penyambutan kepada beberapa student exchange lainnya seperti Universiti Malaysia Sabah (UMS), Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), Banda Aceh, Telkom University, Bandung, London School of Public Relations (LSPR), Jakarta dan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS), Bandung berupa sebuah program pertukaran budaya juga rekreasi yang bertemakan “Jalinan Budaya Malaysia-Indonesia” ke Danau Dayang Bunting dan Pulau Langkawi dengan berbagai aktifitas seru dan bermanfaat. Danau Dayang Bunting, sekilas nama nya sangat unik dan secara geografis danau ini dikelilingi dengan perbukitan dan bebatuan yang sangat indah dan rimbun sehingga apabila dilihat dari atas seolah-olah menyerupai wanita hamil. Di hari pertama kami dibawa ke Kampung Bagan Nyior untuk mencari kerang didalam lumpur kemudian memanggangnya bersama, merasakan dinginnya air terjun sederhana, juga berbagi budaya, ilmu, dan canda tawa dengan masyarakat dan anak-anak Sekolah Menengah Pertama di kampong yang kecil ini, student exchange dari UNSYIAH menampilkan musikalisasi puisi, TELKOM menampilkan seni music, dan beberapa tampilan lainnya. Kampung Bagan Nyior terlihat seperti sebuah danau kecil yang untuk mencapai tempat ini kita harus menaiki sebuah kapal pada sore hari, akan tetapi dipagi hari air danau nya akan surut sehingga kita tidak bisa kembali ke Danau Dayang Bunting akan tetapi berjalan jauh ke daerah yang air nya belum surut. Perjalanan dilanjutkan ke Langkawi dan sekitarnya, kami dibawa ketempat-tempat menarik dan bersejarah seperti “Makam Mahsuri, Perusahaan gamat, Beras Terbakar, Langkawi SkyCab, serta Pertunjukan Silat”.

Universiti Utara Malaysia (UUM) adalah universitas yang memiliki mitra dengan jurusan informatika. UUM terletak di bagian utara Malaysia, berdekatan dengan selatan Thailand yaitu Sintok, Kedah. Kampus yang memiliki luas 1.061 hektare ini berjarak 48km dari ibu kota Kedah yaitu Alor Setar dan berjarak 10km dari Changlun. UUM dikenal sebagai universitas hijau yang dikelilingi pemandangan indah serta perbukitan dan hutan hujan tropis yang lebat. UUM juga diangkat secara khusus sebagai universitas manajemen Malaysia, sehingga tak heran banyak terdapat ahli-ahli manajemen di universitas ini.

Fasilitas yang terdapat di UUM sangat lengkap mulai dari Gedung-gedung dimana diadakan proses belajar mengajar, Pusat Kesehatan Universitas yang menyediakan pelayanan kesehatan, Mal Universitas yang menyediakan kebutuhan pokok, Perpustakaan Sultanah Bahiyah yang merupakan perpustakaan digital sekaligus tempat belajar paling nyaman, Masjid yang merupakan pusat ibadah dan belajar Bahasa arab bagi mahasiswa muslim, Pusat Sukan dan Rekreasi yang terdiri dari beberapa cabang olahraga seperti kolam renang, jogging track, area panahan, lapangan badminton, tenis, basket, voli, rugby, hoki, sofbol, bola tangan, bola jaring dan lapangan sepak bola. Serta fasilitas selanjutnya Asrama, semua mahasiswa wajib tinggal diasrama yang telah disediakan oleh universitas. Pada setiap asrama terdapat beberapa gedung untuk laki-laki juga perempuan yang mana setiap kamar terdiri dari 2 mahasiswa, setiap asrama juga menyediakan sebuah student lounge dengan tujuan agar memudahkan mahasiswa nya untuk berdiskusi atau melakukan rapat dan sebagainya. Setiap mahasiswa tidak diberatkan untuk membersihkan lingkungan asrama karena pihak universitas telah mempekerjakan beberapa staff sehingga mahasiswa masuk ke universitas dengan tujuan hanya untuk belajar saja. Jarak asrama dengan lingkungan kampus agak sedikit jauh sehingga UUM memberikan fasilitas transportasi berupa BUS UUM agar memudahkan mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan untuk pergi ke semua tempat yang ada di perkarangan kampus UUM. Biaya yang dikenakan adalah 0RM untuk exchange student, sedangkan untuk mahasiswa universitas sendiri telah dibayar ketika membayar spp sehingga setiap saat menaiki bus tidak perlu membayar. Bus yang warna nya tampak mirip seperti bus TransKoetaradja ini mulai beroperasi mulai dari jam 7 pagi hingga jam 11 malam waktu bagian Malaysia, jadi tidak perlu khawatir bus ini juga aman.

Begitu banyak pengalaman, ilmu juga teman yang saya dapat kan di program exchange student ini, seperti kedisiplinan, kerajinan dan perbuatan lainnya yang patut ditiru, yang hanya sebagian kecil dapat saya bagi ceritanya. Program exchange student ini hanya menanggung biaya tempat tinggal, kuliah, dan fasilitas-fasilitas yang ada. Oleh karena itu, saya menjadikan exchange ini sebagai awal dari perjalanan mimpi-mimpi saya selanjutnya. Malaysia adalah negara pertama yang saya jajahi, what is the next destination?

Penulis : Cut Anita Keumala, Mahasiswi Informatika Angkatan 2013